PMIIDIY– Biro Kaderisasi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Workshop Kaderisasi bertajuk “Reformulasi Kaderisasi: Membangun Strategi Kaderisasi yang Adaptif dan Transformatif” pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Omah PMII D.I. Yogyakarta.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai ini menjadi forum strategis bagi jajaran kaderisasi PMII DIY dalam merumuskan pola rekrutmen dan penguatan organisasi yang relevan dengan karakter mahasiswa baru di era digital. Workshop tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kaderisasi di tingkat komisariat dan rayon, sejalan dengan semangat pembaruan sistem kaderisasi yang terus dikembangkan di lingkungan PMII.
Ketua PC PMII D.I. Yogyakarta, Muh. Faisal, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi yang harus terus diperbarui agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar PMII.
Workshop diawali dengan Keynote Speech oleh Umaruddin Masdar, S.Ag, selaku Majelis Pembina Cabang PMII DIY sekaligus Wakil Ketua DPRD DIY. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi utama keberlangsungan organisasi serta perlunya membangun strategi yang mampu menjawab dinamika sosial, perkembangan teknologi, dan perubahan karakter generasi muda.
Tiga narasumber turut mengisi sesi utama kegiatan. Dr. Rika Lusri Virga, S.IP., M.A., Dosen Media dan Komunikasi FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, membawakan materi “Engage, Connect, Recruit: Membangun Komunikasi Efektif Organisasi Mahasiswa bagi Generasi Z”. Materi ini membahas strategi komunikasi yang efektif untuk membangun kedekatan dengan mahasiswa baru melalui pendekatan yang lebih relevan, kreatif, dan komunikatif.
Selanjutnya, M. Irfan Agus, S., S.Mat., M.Sc, Founder Guru Pembelajar Indonesia, menyampaikan materi “Branding Organisasi di Era Digital”. Ia mengulas pentingnya membangun identitas organisasi yang kuat melalui pemanfaatan media digital, pengelolaan konten yang konsisten, serta strategi komunikasi publik guna meningkatkan daya tarik organisasi di kalangan mahasiswa.
Pada sesi ketiga, Muhammad Rafli Ilham, S.Sos, Anggota Bidang Kaderisasi PC PMII DIY, memaparkan materi “Strategi Penguatan Kaderisasi yang Adaptif dan Transformatif”. Ia menekankan bahwa kaderisasi tidak hanya berorientasi pada kuantitas anggota, tetapi juga harus mampu membentuk kader yang memiliki kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepekaan sosial melalui sistem yang berkelanjutan.
Ketua Biro Kaderisasi PC PMII DIY , Supra, menjelaskan bahwa workshop ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh pengurus komisariat dan rayon dalam menghadapi momentum penerimaan mahasiswa baru.
“Melalui workshop ini kami ingin menghadirkan formulasi kaderisasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar PMII. Harapannya, setiap komisariat memiliki strategi rekrutmen yang efektif serta mampu membangun proses kaderisasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PC PMII DIY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem kaderisasi sebagai jantung organisasi. Dengan menggabungkan pendekatan komunikasi, penguatan branding, dan strategi kaderisasi yang inovatif, PMII DIY optimistis dapat mencetak kader-kader yang siap menjawab tantangan zaman sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan kampus maupun masyarakat


