YOGYAKARTA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) D.I. Yogyakarta menghadirkan K.H. Mustafied dalam sesi pematerian Pelatihan Kader Lanjut (PKL). Pada kesempatan ini, beliau membedah materi bertajuk Aswaja Geopolitik Global untuk membaca situasi dunia yang sedang menghadapi polikrisis.
K.H. Mustafied menegaskan bahwa krisis perang, iklim, pangan, dan energi berlangsung secara bersamaan. Pihaknya mengajak kader PMII membaca situasi tersebut untuk menentukan posisi gerakan. Publik dapat menyimak kabar kaderisasi organisasi melalui situs resmi PMII DIY.
Aswaja sebagai Lensa Analisis Ekologi dan Sosial
Beliau menjelaskan bahwa Aswaja An-Nahdliyah berfungsi sebagai manhaj al-fikr (metode berpikir) dan manhaj al-harakah (metode bergerak). Nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal menjadi alat uji kritis dalam membedah persoalan sosial serta ekologis.
“Prinsip maqashid syariah perlu kita perluas dengan hifzh al-bi’ah atau perlindungan lingkungan. Oleh sebab itu, pencegahan kerusakan harus mendahului pengambilan kemaslahatan,” ujar K.H. Mustafied di hadapan para peserta.
Selain itu, beliau menyoroti kerusakan lingkungan yang berkaitan erat dengan relasi kuasa dan sistem ekonomi. Menurutnya, kelompok masyarakat miskin kerap menjadi pihak paling rentan yang menanggung dampak pencemaran alam.
Konstelasi Global dan Paradoks Hilirisasi Nikel
Selanjutnya, K.H. Mustafied mengulas posisi strategis Indonesia dalam persaingan tatanan dunia multipolar. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah di tengah perebutan mineral kritis dunia.
Namun, beliau memberi catatan kritis atas kebijakan hilirisasi nikel di tanah air. Meskipun meningkatkan devisa dan lapangan kerja, ekspansi tambang memicu konflik agraria serta deforestasi. Oleh karena itu, prinsip tawazun menuntut adanya neraca yang adil antara manfaat ekonomi dan dampak lingkungan.
Lima Langkah Analisis dan Strategi Gerakan Kader
Di akhir sesi, K.H. Mustafied merumuskan lima langkah analisis berbasis Aswaja bagi para kader:
-
Pemetaan Aktor: Memetakan aktor, kepentingan, dan penguasaan sumber daya.
-
Relasi Kuasa: Mengurai aliran nilai dan pihak yang menanggung biaya krisis.
-
Bedah Dimensi: Menganalisis persoalan dari sudut pandang politik, ekonomi, dan ekologi.
-
Uji Maqashid Syariah: Menguji kebijakan dengan kaidah fikih dan prinsip Aswaja.
-
Aksi Gerakan: Merumuskan sikap politik, tuntutan kebijakan, dan strategi advokasi.
Oleh sebab itu, kader PMII harus menghubungkan isu global dengan dampak lokal di masyarakat. Informasi mengenai hasil kajian advokasi lingkungan dapat dibaca pada arsip berita advokasi PMII.
Dengan demikian, strategi gerakan kader wajib memadukan riset data, advokasi kebijakan, dan pengorganisasian rakyat demi mewujudkan perubahan sosial.





