YOGYAKARTA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta Masa Khidmat 2025–2026 akan menggelar kegiatan Reorientasi Pengurus pada Minggu, 1 Februari 2025. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD RI D.I. Yogyakarta tersebut mengusung tema “Transformasi Gerakan: Meneguhkan PMII DIY sebagai Katalisator Keadilan Eko-Sosial.”
Kegiatan ini menjadi langkah awal konsolidasi sekaligus penguatan arah gerakan organisasi bagi seluruh jajaran pengurus PC PMII DIY yang baru dilantik. Reorientasi pengurus diharapkan mampu membangun kesamaan visi, memperkuat ideologi kader, serta merumuskan strategi gerakan yang relevan dengan tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Ketua PC PMII DIY, Mun Faisal, membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arah kebijakan organisasi selama satu periode kepengurusan. Dalam forum tersebut, para pengurus diajak untuk merefleksikan peran PMII sebagai organisasi kader yang tidak hanya bergerak dalam isu kemahasiswaan, tetapi juga aktif mengawal berbagai persoalan publik.
Sejumlah tokoh PMII dan akademisi turut hadir sebagai narasumber. Di antaranya Gus Muhammad Mustafied, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., serta Kyai M. Jadul Maula. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif strategis mengenai penguatan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan gerakan sosial yang berpihak kepada masyarakat.
Tema keadilan eko-sosial yang diangkat dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen PMII DIY untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak kepada kelompok rentan. Melalui pendekatan tersebut, PMII DIY berupaya memperkuat perannya sebagai katalisator perubahan sosial yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat, lingkungan, dan pembangunan.
Selain menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas pengurus, reorientasi ini juga menjadi momentum penyusunan langkah-langkah strategis organisasi dalam menjalankan program kerja selama masa khidmat 2025–2026. Dengan semangat transformasi gerakan, PC PMII DIY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan organisasi yang responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan cita-cita perjuangan PMII.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan diikuti oleh seluruh jajaran pengurus cabang serta perwakilan kader PMII dari berbagai komisariat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat kontribusi PMII DIY dalam mewujudkan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.



